![]() |
| Chat Vino dan Ayu |
Dalamnya laut bisa ditebak, dalamnya hati siapa yang tahu. Mungkin bukan seperti pepatah tersebut maksud cowok ini. Tapi akhirnya ia membuktikan tanpa sengaja. Karena cintanya yang begitu kuat cowok ini bekerja keras demi kehidupan yang lebih baik bersama pacar yang dicintainya.
Vino, lelaki yang sedang menjalin hubungan asmara dengan perempuan bernama Ayu itu harus menelan kekecewaan. Sebab mati-matian ia berjuang membahagiakan pacarnya, namun belakangan perempuan itu seperti tak punya hati. Gara-gara jual motor Vixion dan membeli Supra, Ayu tega mengaku telah memiliki pacar baru bermotor Ninja. Demikian dikutip dari bombastis.com,
Bermula Saat Vino Menjual Vixion Dan Membeli Supra
![]() |
| Ceweknya tidak tahu kalau ini supranya |
Tiba-tiba Pacar Vino Mengaku Telah Memiliki Gebetan Baru
![]() |
| Chat Vino dan Ayu |
Vino Berusaha Menjelaskan Perjuangannya Membahagiakan Ayu
![]() |
| Chat Vino dan Ayu |
Mendengar wanita yang ia cintai berniat memilih orang lain, Vino pun menjelaskan bahwa dirinya mati-matian bekerja untuk membahagiakan Ayu. Perempuan itu sekali lagi meminta maaf. Vino yang mulai tersulut emosi lantas bertanya apa Ayu mengetahui Supra yang ia beli. Ayu balik mengira Supra yang dimaksud adalah motor jaman dulu yang mengingatkan perempuan itu pada masa-masa susah kehidupan keluarganya. Ayu bahkan membayangkan jika dirinya boncengan motor dengan Vino akan bersedih sebab terkenang hal itu.
Supra yang Dimaksud Mobil Supra, Bukan Motor
![]() |
| Chat Vino dan Ayu |
Kekecewaan Vino dan Penyesalan Ayu, Keduanya pun Putus
![]() |
| Ilustrasi putus via wikihow |
Pelajaran berharga dari kisah Vino ini , kita harus berhati-hati bahkan dengan orang yang kita sayangi. Sebab meski tidak semua, ada satu dua orang yang menjual cinta demi harta. Dan lagi, pepatah lama mengatakan bahwa “orang yang paling kita cintai adalah orang yang paling berpeluang melukai kita.” Karena itu, mencintai sewajarnya saja.
Sumber :http://www.wajibbaca.com/2017/06/jual-motor-vixion-dan-ganti-supra-cowok.html






0 komentar:
Posting Komentar